Minggu, 28 Februari 2010

Puber kedua

Istilah "puber" berasal dari kata "Pubes", yang berarti rambut yang tumbuh di sekitar alat kelamin. Kondisi ini dialami oleh anak-anak remaja, baik laki-laki dan perempuan. Pubertas kedua adalah suatu kondisi dimana terdapat kesamaan perilaku seperti itu anak-anak yang memasuki masa puber, seperti lebih memperhatikan penampilan, lebih perhatian pada lawan jenis, dan seterusnya.

Pubertas kedua dialami oleh pria dan wanita yang memasuki usia 40 tahun ke atas. Gejala yang terjadi pada manusia ketika ia memasuki masa puber kedua adalah:

*

Tampak enggan orang tua. Mereka mulai memperhatikan penampilannya dan keindahan tubuhnya. Rambutnya dicat ala anak muda, bergaya gaul, memodifikasi mobil untuk menjadi dangkal, dan seterusnya.
*

Mereka juga mulai cinta lagi petualangan. Mulai dari jarak jauh berkuda, naik dan keluar dari diskotik.
*

Hidup meningkatkan produktivitas. Banyak menemukan bahwa mereka lebih mahir dalam bernegosiasi, semakin banyak bisnis yang maju, serta karir yang lebih menarik.

Sedangkan pada wanita, gejala yang muncul adalah:

*

Terganggu atau penghentian periode menstruasi (menopause terjadi). Hal ini terjadi karena tidak lagi gonadotrop yang dihasilkan oleh kelenjar hypophysc. Efek apa yang terjadi adalah pusing, lesu, dan kurang bergairah. Hasilnya adalah kestabilan emosi sering terganggu.
*

Lemak mulai menyusut sehingga kulit keriput, dan bahkan buah dada mulai berubah bentuk. Rambutpun memutih. Situasi ini akan mempengaruhi psikologi. Terutama jika suami memandang hal itu sebagai kemunduran.

Setiap orang akan mengalami fase puber kedua. Karena itu perlu persiapan matang untuk memasuki fase krisis ini. Di sinilah diuji kembali komitmen perkawinan. Komunikasi dan pemahaman tentang peran sangat penting bagi pasangan yang mulai memasuki masa puber kedua ini. Kondisi yang berbeda antara suami dan istri sering menimbulkan konflik antara mereka. Suami semakin bersemangat dalam banyak hal, sementara istrinya semakin lesu dan kurang bergairah. Jika ada komunikasi yang baik antara pasangan yang memasuki masa ini, krisis kedua, masalah ini akan diselesaikan.

Beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk melewati masa pubertas dengan kedua yang baik adalah:

*

Banc itu terganggu oleh kehadiran anak-anak
*

Memberikan kejutan seperti cahaya lilin makan malam, membeli barang yang diinginkan pasangan, dan seterusnya
*

Membuka kembali album foto kenangan bersama-sama
*

Menonton film sendirian
*

Dll

Diharapkan pasangan pubertas kedua dapat lulus dengan baik dan memasuki usia tua dengan bahagia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar